Senin, 15 Februari 2010

Perumpamaan Hidup


Perumpamaan Hidup

Hidup hanyalah sebuah perjalanan panjang yang setiap orang pasti akan hadapi. Dalam perjalanan itu sudah tentu kita akan dapat melihat banyak hal, hal yang mungkin dapat membawa kita pada sebuah kesenangan ataupun kesedihan. Mungkin kita akan melihat panorama cinta yang menawarkan kesenangan semu atau mungkin juga kita akan melihat air terjun obsesi yang bermuarakan kesuksesan karier, atau bahkan kita akan berhenti pada puncak gunung kekecewaan dan kegagalan. Tapi semua itu sangatlah wajar terjadi dalam kehidupan setiap orang. Dan apabila mobil kehidupan kita berhenti / mogok di tengah jalan. Entah karena ban pekerjaan ataupun ban cinta yang meletus, sudah seharusnya kita sebagai pengendara mobil kehidupan ini mempersiapkan ban yang lain dalam bagasi hati kita. Karena dengan semua persiapan itu kita tidak akan takut untuk melanjutkan perjalanan kehidupan kita. Seiring waktu berjalan, dengan semua hal yang pernah kita lewati, kita akan menjadi sangat lihai dalam mengendarai mobil kehidupan ini. Ditambah dengan bantuan dari rambu-rambu pengalaman, kita dapat menentukan arah jalan yang mesti kita ambil tanpa takut akan tersesat lagi.
Kehidupan seseorang dapat juga berupa selembar kertas putih. Selayaknya bayi yang baru lahir, kertas tersebut akan tetap menjadi sebuah kertas putih biasa. Kertas tersebut akan mulai berisikan tulisan-tulisan ketika kita mulai beranjak dewasa. Pada sebuah awal penulisan kita akan mengisinya dengan keceriaan dan kebahagiaan masa kecil kita. Sebuah memori yang mungkin akan selalu membekas di hati kita. Tulisan itu ditulis dengan sangat lembut dan rapi karena masih banyak orang yang datang dan menuntun kita untuk melaluinya. Pada lembar kedua dari kumpulan kertas putih itu kita akan mengisinya dengan tulisan-tulisan yang penuh semangat karena gejolak jiwa muda kita. Di kertas ini mungkin kita telah menuliskannya secara tidak stabil karena tebal tipisnya guratan tinta kita berbeda satu dengan yang lain. Hal ini terus akan berlanjut sampai kita mulai mendaratkan cairan tinta kita pad lembar ketiga dari kertas putih yang kita miliki. Pada lembar ini kita seperti bisa lebih mantap dalam menuliskan setiap kata yang ada. Dan meskipun kita terhenti karena cairan tinta yang telah habis, kita akan berusaha untuk mencari penggantinya untuk kemudian melanjutkan cerita yang ada dalam kertas kehidupan kita.
Dari kedua cerita diatas kita dapat melihat tentang bagaimana kehidupan seseorang yang perlahan tapi pasti dalam setiap perjalanan hidupnya pasti akan menemui rintangan dan hambatan. Tapi semua itu tergantung dari diri kita tentang bagaimana kita memandang semua masalah yang ada. Sebenarnya, masalah yang datang dalam kehidupan kita dapat menjadi sebuah lecutan agar kita menjadi seorang yang lebih tegar dan lebih bisa menerima serta menyelesaikannya. Namun akan berbeda hasilnya bila kita melihat masalah yang muncul sebagai sebuah beban yang mesti kita tanggung. Kehidupan akan menjadi terasa lebih berat karena bila kita melihatnya sebagai beban kita akan berusaha untuk menghindar daripada memilih untuk menyelesaikannya.

0 komentar:

Posting Komentar